Money Management pada Fix Time Trade
December 13, 2025

Money Management pada Fix Time Trade

Money Management pada Fix Time Trade: Fondasi Utama untuk Bertahan dan Berkembang

Dalam rangkaian pembahasan sebelumnya, kita sudah memahami bagaimana strategi seperti price action, indikator SMA, trailing stop, hingga DCA memberikan arah bagi proses analisis dan eksekusi. Namun semua strategi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal jika tidak diimbangi dengan satu komponen terpenting dalam dunia trading: Money Management.

Money management adalah seni mengelola modal agar seorang trader dapat bertahan dalam jangka panjang, sekaligus memaksimalkan potensi profit tanpa mengorbankan keamanan akun. Pada Fix Time Trade (FTT), konsep ini justru menjadi jauh lebih penting karena setiap posisi memiliki risiko tetap dan batas waktu yang sudah diputuskan sejak awal. Dengan kata lain: tanpa pengelolaan modal yang benar, FTT bisa terasa seperti permainan yang penuh tekanan. Sebaliknya, dengan pendekatan yang tepat, FTT dapat menjadi sistem trading yang terstruktur dan ramah bagi pemula.

Mengapa Money Management Sangat Penting dalam FTT?

FTT memiliki karakteristik unik: Anda menentukan jumlah risiko dan durasi sejak awal. Keuntungan ini justru bisa menjadi bumerang jika tidak diatur. Misalnya, trader sering emosional dan menaikkan lot terlalu cepat setelah menang, atau mengejar kerugian (martingale) tanpa rencana. Akibatnya, modal cepat habis.

Dengan money management, Anda memperoleh:

  1. Konsistensi modal — modal bertahan lebih lama sehingga peluang profit meningkat.

  2. Kontrol psikologi — keputusan lebih tenang dan tidak impulsif.

  3. Sistem yang berkelanjutan — cocok dipadukan dengan strategi yang sudah kita bahas sebelumnya seperti price action, support–resistance, dan trailing stop.

  4. Peluang bertahan dalam market jangka panjang — kunci yang membedakan trader sukses dan trader emosional.

Komponen Utama Money Management dalam Fix Time Trade

1. Atur Maksimal Risiko per Transaksi

Aturan umum yang terus relevan di berbagai instrumen trading adalah:
Risiko ideal per posisi berkisar antara 1–3% dari total modal.

Contoh:
Modal: Rp 1.000.000
Risiko 2% → Rp 20.000 per entry

Dengan cara ini, Anda bisa “hidup” cukup lama di pasar meskipun mengalami serangkaian loss berturut-turut.

2. Tetapkan Batas Kerugian Harian (Daily Loss Limit)

Banyak trader hancur bukan karena strategi buruk, tetapi karena mereka tidak tahu kapan harus berhenti.

Aturan sederhana dan sangat efektif:
Stop trading jika kerugian harian mencapai 5–10% modal.

Ini menciptakan ruang bagi psikologi untuk pulih dan mencegah keputusan kompulsif. Penggunaan konsep ini pula yang menjadi penghubung penting dengan materi sebelumnya seperti trailing stop pada manajemen risiko lanjutan.

3. Tentukan Target Profit Harian

Selain batas kerugian, target profit juga perlu ditentukan agar Anda tidak berlebihan.

Idealnya:
Target profit harian 3–5% dari modal (untuk trader pemula–menengah).

Hal ini memungkinkan proses investasi jangka panjang yang lebih stabil, cocok dengan mekanisme DCA maupun pendekatan bertahap yang sudah kita pelajari sebelumnya.

4. Hindari Martingale Tanpa Rencana

Martingale memang menggoda: jika loss, tinggal gandakan lot dan berharap posisi berikutnya menang.
Namun tanpa rencana dan batasan modal yang jelas, strategi ini justru berpotensi mengosongkan akun. Jika Anda ingin menggunakan martingale, lakukan dengan aturan:

  • Maksimal 2–3 step

  • Tetap dalam batas risiko harian

  • Gunakan hanya pada kondisi pasar yang sangat jelas (misalnya support–resistance kuat + konfirmasi price action)

5. Gunakan Sistem Entry yang Konsisten

Money management tidak berdiri sendiri; ia bekerja berdampingan dengan strategi teknikal.
Jika Anda telah mempelajari price action, SMA, atau pola candle sebelumnya, gunakan itu sebagai dasar entry yang tetap.

Konsistensi entry + money management = sistem yang solid.

6. Catat Setiap Transaksi (Trading Journal)

Ini adalah kebiasaan yang sering diabaikan. Padahal, catatan trading membantu Anda melihat:

  • Pola kesalahan

  • Jam trading terbaik

  • Strategi yang paling efektif

  • Emosi yang mempengaruhi hasil

Dengan jurnal, Anda dapat menghubungkan materi-materi sebelumnya seperti trailing stop dan DCA menjadi satu ekosistem trading yang berkesinambungan.

Contoh Money Management yang Ideal untuk Pemula

Misalkan modal Anda Rp 1.000.000:

Parameter Nilai
Risiko per entry Rp 20.000 (2%)
Target profit harian Rp 30.000 – Rp 50.000
Batas kerugian harian Rp 100.000 (10%)
Durasi per entry 1–5 menit
Jumlah entry maksimal 5–8 kali per hari

Dengan setup ini, Anda bisa trading lebih relax, terstruktur, dan tidak emosional.

Kesimpulan

Money management pada Fix Time Trade adalah fondasi yang membuat sistem trading Anda kokoh dan tahan lama. Semua materi sebelumnya — price action, SMA, support–resistance, trailing stop, hingga DCA dan investasi jangka panjang — akan bekerja jauh lebih efektif jika dilandasi pengelolaan modal yang tepat.

Tidak ada strategi yang bisa menjamin profit 100%. Namun dengan money management yang konsisten, Anda memiliki peluang lebih besar untuk bertahan, berkembang, dan mencapai tujuan finansial Anda secara bertahap dan stabil.

Ingin memahami money management, strategi FTT, dan cara trading yang lebih terarah?
Bergabunglah dengan grup belajar kami dan pelajari langkah demi langkah bersama komunitas yang aktif dan supportive.
Di dalam grup Anda akan mendapatkan materi, diskusi, dan panduan yang jauh lebih praktis untuk diterapkan setiap hari.

👉 Klik untuk Bergabung Sekarang

https://t.me/OlymptradeVIPadham