Pengertian dan Mekanisme Fix Time Trade (FTT)
November 20, 2025

Pengertian dan Mekanisme Fix Time Trade (FTT)

Fix Time Trade (FTT) merupakan salah satu instrumen trading yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan pemula yang menginginkan model transaksi sederhana, terstruktur, dan memiliki batas waktu jelas. Berbeda dengan trading forex atau aset derivatif lainnya yang bergerak secara dinamis tanpa batas waktu, FTT menawarkan pendekatan yang lebih linear: trader hanya perlu menentukan arah pergerakan harga dan durasi waktu. Jika prediksi benar pada akhir waktu yang ditentukan, maka trader memperoleh keuntungan terukur. Sebaliknya, jika prediksi salah, modal yang digunakan pada transaksi tersebut hilang. Sifat inilah yang membuat FTT sering dianggap sebagai gabungan antara analisis finansial dan pengambilan keputusan berbasis probabilitas.

Prinsip Dasar Fix Time Trade

FTT bekerja berdasarkan tiga komponen utama: aset, arah harga, dan waktu kadaluarsa (expiry time).

  1. Aset
    Trader dapat memilih berbagai aset seperti pasangan mata uang (forex), saham, indeks, komoditas, atau bahkan kripto. Setiap aset memiliki karakteristik volatilitas dan jadwal perdagangan yang berbeda, sehingga pemilihan aset menjadi komponen penting dalam strategi.

  2. Arah Harga (Up/Down atau Higher/Lower)
    Tugas trader adalah memprediksi apakah harga aset akan lebih tinggi atau lebih rendah ketika waktu kontrak berakhir dibandingkan harga saat transaksi dimulai.

  3. Waktu Kadaluarsa (Expiry Time)
    FTT memberikan berbagai pilihan durasi, mulai dari 30 detik, 1 menit, 5 menit, 15 menit, hingga beberapa jam. Trader dapat menyesuaikan durasi ini dengan gaya trading masing-masing.

Dengan struktur yang sederhana ini, FTT tidak membutuhkan analisis rumit seperti spread, swap, atau margin. Namun, kesederhanaan tidak serta-merta menjamin kemudahan; tetap diperlukan pemahaman mendalam mengenai perilaku pasar.

Cara Kerja Fix Time Trade

Proses trading FTT berlangsung dalam beberapa tahap:

    1. Analisis Pasar
      Langkah awal adalah menganalisis grafik harga. Trader dapat menggunakan pendekatan teknikal seperti candlestick pattern, support–resistance, indikator teknikal (moving average, RSI, MACD), atau bahkan analisis fundamental pada aset tertentu.

    2. Menentukan Durasi
      Setelah memahami kondisi pasar, trader memilih durasi sesuai strategi. Durasi pendek (1–5 menit) cocok untuk strategi scalping dengan volatilitas tinggi, sedangkan durasi panjang lebih tepat untuk trend yang lebih stabil.

    3. Menentukan Arah Prediksi
      Trader kemudian memutuskan apakah harga akan bergerak naik atau turun pada waktu expiry. Keputusan ini sangat bergantung pada hasil analisis.

    4. Eksekusi dan Menunggu Expiry
      Setelah transaksi dimulai, trader tinggal menunggu hingga waktu berakhir. Hasilnya hanya dua: win atau loss. Beberapa platform menyediakan fitur early close, namun hal ini tergantung kebijakan masing-masing broker.

Kelebihan Fix Time Trade

  1. Struktur yang Sederhana
    FTT mudah dipahami oleh pemula karena tidak perlu memperhitungkan spread, margin, atau leverage.

  2. Risiko Terukur
    Jumlah modal yang dipertaruhkan sudah diketahui sejak awal. Risiko tidak berubah meski harga bergerak drastis.

  3. Waktu Transaksi Jelas
    Trader mengetahui kapan posisi akan berakhir. Hal ini memudahkan manajemen waktu dan psikologi trading.

  4. Potensi Keuntungan Tetap
    Persentase profit biasanya sudah ditentukan di awal transaksi sehingga trader dapat menghitung peluang sejak awal.

Kekurangan dan Risiko Fix Time Trade

  1. Model High-Risk
    Karena hanya memiliki dua hasil (menang atau kalah), risiko kehilangan modal cukup tinggi. Ini berbeda dengan trading biasa yang memungkinkan stop loss atau partial close.

  2. Ketergantungan pada Volatilitas
    Pergerakan harga sangat cepat sehingga kesalahan analisis sedikit saja dapat berujung loss.

  3. Tidak Semua Broker Transparan
    Industri FTT sering disalahpahami akibat maraknya broker tidak teregulasi. Oleh karena itu, pemilihan platform harus diperhatikan dengan serius.

  4. Tidak Cocok untuk Semua Trader
    Trader yang tidak mampu mengendalikan emosi cenderung terjebak masalah overtrade karena tempoh trading yang cepat.

Strategi Dasar dalam Fix Time Trade

  1. Trend Following
    Mengikuti arah trend utama menjadi strategi paling aman karena pasar cenderung bergerak lebih panjang ke satu arah.

  2. Support–Resistance
    Harga sering memantul di area tertentu. Trader bisa memasang prediksi berdasarkan area pantulan ini.

  3. News Trading
    Rilis berita berdampak tinggi dapat menciptakan volatilitas besar. Trader perlu berhati-hati namun momentum ini dapat dimanfaatkan.

  4. Money Management
    FTT sangat memerlukan pengendalian risiko. Banyak trader menggunakan metode tetap seperti 1–3% dari total modal per transaksi.

Kesimpulan

Fix Time Trade adalah instrumen trading yang menawarkan kesederhanaan, kejelasan waktu, serta risiko yang terukur. Meski mudah dipelajari, FTT tetap menuntut analisis matang dan disiplin tinggi. Pemahaman teknikal, manajemen risiko, dan psikologi trading menjadi kunci keberhasilan. Dengan pendekatan yang benar, FTT dapat menjadi sarana trading yang efektif; namun tanpa manajemen yang baik, FTT dapat berubah menjadi instrumen yang berisiko tinggi. Seorang trader harus memahami baik kelebihan maupun keterbatasannya untuk dapat memanfaatkan FTT secara bijak dan profesional.