Penjelasan Lengkap Tentang Trailing Stop Order
December 08, 2025

Penjelasan Lengkap Tentang Trailing Stop Order

Apa Itu Trailing Stop Order?

Secara sederhana, Trailing Stop Order adalah stop loss yang bergerak mengikuti arah harga. Jika harga bergerak sesuai harapan Anda—misalnya naik ketika Anda buy—maka level stop akan ikut naik secara otomatis. Namun jika harga berbalik arah, stop loss tidak turun kembali. Ia tetap pada posisi terakhir yang telah menyesuaikan diri, dan akan menutup posisi saat sentuh.

Sifatnya yang fleksibel namun tetap disiplin inilah yang membuat trailing stop menjadi alat favorit banyak trader profesional. Jika pada artikel sebelumnya kita membahas bagaimana memahami tren dan momentum sangat penting dalam menentukan keputusan entry, trailing stop menjadi pasangan ideal untuk mengamankan keputusan tersebut.

Mengapa Trailing Stop Sangat Penting?

Salah satu kesalahan terbesar trader pemula adalah tidak memiliki rencana keluar (exit plan). Banyak yang fokus pada titik entry, tetapi lupa bahwa keputusan exit-lah yang menentukan apakah keuntungan benar-benar dikunci atau hilang begitu saja.

Trailing stop membantu mengatasi masalah tersebut dengan tiga cara:

1. Mengunci Profit Secara Bertahap

Saat harga terus bergerak sesuai arah analisis Anda, trailing stop ikut naik. Ini berarti sebagian profit sudah terkunci tanpa Anda harus memonitor pasar non-stop.

2. Membatasi Kerugian Tanpa Menghalangi Pertumbuhan Profit

Beda dengan stop loss statis, trailing stop memberi ruang bagi harga untuk koreksi kecil tanpa langsung menghentikan posisi, sehingga keuntungan bisa berkembang jauh lebih besar.

3. Menghilangkan Beban Emosi

Trader sering terpancing emosi: takut kehilangan profit atau takut harga balik arah. Trailing stop secara otomatis menghilangkan tekanan itu, karena semua aturan exit sudah dikunci sejak awal.

Bagaimana Trailing Stop Bekerja?

Secara teknis, trailing stop dapat ditentukan berdasarkan:

  • Nilai tetap (fixed)
    Misalnya trailing stop 20 poin. Jika harga naik 100 poin, stop ikut naik 80 poin dari harga awal.

  • Persentase
    Contoh: trailing 2%. Jika harga naik dari $100 ke $110, maka trailing stop naik menjaga jarak 2% dari harga tertinggi.

  • Indikator teknikal
    Banyak trader yang menggunakan ATR (Average True Range), MA (Moving Average), atau struktur market (higher low/lower high) untuk menentukan jarak trailing yang lebih adaptif.

Konsep ini sejalan dengan materi sebelumnya tentang support & resistance, karena trailing stop sering ditempatkan di bawah area support terbaru pada posisi buy, atau di atas area resistance terbaru pada posisi sell.

Kapan Trailing Stop Sebaiknya Digunakan?

Trailing stop sangat cocok pada beberapa kondisi berikut:

1. Tren Sedang Kuat

Jika sebelumnya kita membahas bullish dan bearish sebagai representasi tren, trailing stop akan bekerja optimal saat tren jelas. Harga yang naik bertahap akan membuat trailing stop bergerak naik secara ideal.

2. Aset yang Volatil

Pada materi cryptocurrency, kita menyebutkan bahwa pasar kripto cenderung lebih liar. Di sinilah trailing stop sangat membantu, karena ia menjaga jarak aman dari fluktuasi kecil yang sering terjadi.

3. Swing Trading dan Trend Following

Trailing stop paling populer digunakan oleh trader yang mengikuti pergerakan jangka menengah–panjang, karena mereka ingin membiarkan profit bertumbuh maksimal.

Baca Juga : Cara memahami bullish dan bearish  

Kesalahan Umum Penggunaan Trailing Stop

Meski terlihat sederhana, banyak trader yang salah menerapkan trailing stop.

1. Jarak Terlalu Pendek

Stop terlalu dekat membuat posisi cepat tersentuh, meski market masih berada dalam tren yang sehat.

2. Jarak Terlalu Jauh

Sebaliknya, stop yang terlalu jauh tidak efektif melindungi modal Anda.

3. Mengubah Posisi Trailing Secara Manual

Ini menghilangkan tujuan disiplin otomatis yang seharusnya menjadi keunggulan trailing stop.

4. Memaksakan Trailing Pada Semua Kondisi

Pada pasar sideway yang “berisik”, trailing stop kurang efektif. Karena itu, pahami dulu struktur harga yang sudah kita pelajari pada materi sebelumnya.

Contoh Sederhana Penggunaan Trailing Stop

Misalnya Anda melakukan buy di harga:

  • Entry: 1.200

  • Trailing Stop: 30 poin

Jika harga bergerak naik:

  • Naik ke 1.210 → trailing tetap di 1.180

  • Naik ke 1.230 → trailing naik ke 1.200

  • Naik ke 1.260 → trailing naik ke 1.230

Jika harga turun kembali ke 1.230, posisi otomatis tertutup dan Anda tetap profit 30 poin.

Ini mencerminkan konsep manajemen risiko yang konsisten dengan materi sebelumnya.

Kesimpulan

Trailing Stop Order adalah alat pengaman profit yang sangat efektif. Dengan memahami tren, karakter aset, serta konsep pergerakan harga—yang sudah kita bahas di artikel sebelumnya—Anda dapat menggabungkannya menjadi strategi trading yang lebih rapi, efisien, dan disiplin. Jika digunakan secara tepat, trailing stop bukan hanya melindungi modal, tetapi juga membuka peluang untuk meraih profit maksimal tanpa rasa takut atau serakah.

Mau sinyal edukasi, diskusi live, dan materi premium setiap hari?
Join grup kami sekarang dan rasakan manfaatnya langsung!